Suka tantangan? Atau ingin mencoba sesuatu yang baru dan menguji adrenalin Anda? Jalur Besi Menuju Indahnya Menatap Alam dari Ketinggian Tebing…

Hari itu, dua POPULAR Angels yakni, Echa Frauen dan Nadine Azzura bersama crew POPULAR dan teman-teman dari tim Consina The Outdoor Lifestyle siap mengeksplore dan bertualang di sebuah tebing indah nan tinggi bernama Parang Via Ferrata yang berlokasi di Purwakarta.

Parang Via Ferrata sendiri merupakan sebuah lokasi wisata adventure baru yang cocok bagi keluarga, sahabat, relasi, maupun rekan bisnis. Via Ferrata sudah ada sejak abad ke-19, dimulai pada perang dunia ke-satu. Dan di seluruh dunia sudah ada 1000 lebih jalur via ferrata terbanyak di Italia dan Austria.

Selain menjadi daerah industri, Kabupaten Purwakarta tumbuh sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata kelas dunia. Salah satunya adalah Gunung Parang di Kecamatan Tegalwaru yang menyajikan wisata ekstrim yang diklaim tertinggi di Asia.

Saat Eksotisme Raja Ampat Berpadu dengan Dua Bidadari Cantik!

Berbeda dengan gunung pada umumnya, Gunung Parang yang merupakan gunung batu itu menjulang tinggi ke atas hingga ketinggian kurang lebih 1.000 meter. Untuk menaklukannya pengunjung bisa mencoba dengan berbagai cara, mulai dari rock climbing hingga via ferrata.

Apa Itu Via Ferrata?

Via ferrata berasal dari bahasa Italia yang artinya jalur besi. Jalur besi ini dipasang meniti ketinggian tebing, dan biasanya dipasang pada tebing yang benar-benar vertikal.

Echa, Nadine dan tim lainnya, tiba di basecamp berupa saung besar nan megah yang juga dimiliki oleh Consina sekitar pukul 11 malam. Esok paginya, usai sarapan pagi, Echa, Nadine dan tim diberikan arahan dari instruktur perihal pemakaian alat-alat keselamatan seblum memanjat tebing. Berbekal nyali, rasa penasaran dan juga peralatan yang di support penuh oleh Consina, dua bidadari POPULAR dan tim pun siap menapaki jalur besi gunung Parang.

Perjalanan pun diawali dengan trekking ke dalam hutan gunung Parang dengan durasi sekitar 20 menit untuk mencapai pos sebelum naik ke tebing. Tiba di pos, tim kembali diberikan arahan bagaimana cara yang benar saat menaik tebing Via Ferrata. demi keselamatan, Echa, Nadine dan tim POPULAR terus didampingi oleh para instruktur profesional.

Memandang Alam di View Deck

Petualangan pun dimulai. Kekuatan tangan, kaki dan keseimbangan jadi modal penting untuk siapa pun yang menaiki jalur-jalur besi menuju puncak gunung Parang. Cuaca pun saat itu cukup mendukung. Hingga akhirnya, memakan waktu kurang lebih satu jam untuk memanjat, Echa, Nadine dan tim POPULAR tiba View Deck dengan ketinggian kurang lebih 350 meter.

 

Di spot View Deck, kami pun melepas lelah dengan bercengkrama sambil menikmati secangkir kopi hangat dan dimanjakan oleh keindahan alam yang tak ada duanya. Hmm, begitu menakjubkan. Tak lupa kami menghabiskan waktu untuk ber-swafoto dan menyimpan memori penuh tantangan ini pada kamera profesional maupun kamera handphone. Usai itu semua, jejak kami pun siap kembali menapaki jalur besi untuk kembali turun.

Sampai jumpa lagi…. #KamuHarusnyaIkutan

Photo: Okie AZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here